BELELENG BAYAN MULAI DIBRANDING

BELELENG BAYAN MULAI DIBRANDING

Workshop kewirausahaan dan digital marketing digelar di SMKN 1 Bayan sebagai kegiatan lanjutan dari program Lacak Jejak Pangan Lokal yang sebelumnya dilaksanakan di Desa Karang Bajo serta Workshop Pengolahan Sorgum. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas generasi muda, khususnya pelajar sekolah menengah kejuruan, dalam memahami dunia kewirausahaan berbasis potensi lokal dan pemasaran digital.

Workshop ini bertujuan membekali siswa-siswi dengan pemahaman kewirausahaan, branding, serta keterampilan pemasaran digital agar mampu mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat, pelajar diharapkan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana membangun usaha dan mempromosikan produk secara kreatif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada konsep dasar branding. Materi diawali dengan pemahaman mengenai brand sebagai identitas, karakteristik, dan citra yang terbentuk di benak audiens. Para siswa diajak menyadari bahwa branding tidak semata-mata berkaitan dengan logo atau nama produk, melainkan juga menyangkut persepsi, pengalaman, serta ikatan emosional antara produk dengan konsumen. Pemahaman ini dinilai penting sebagai fondasi dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Selain branding, peserta juga mendapatkan materi tentang pemanfaatan media digital dan media sosial dalam membangun citra merek. Materi disampaikan secara interaktif dengan menekankan pentingnya mengenali target pasar, menjaga konsistensi identitas visual, serta menyusun strategi konten yang tepat. Peserta diperkenalkan pada konsep konten pilar, antara lain konten edukatif, hiburan, persuasif, dan inspiratif, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam memproduksi konten promosi secara berkelanjutan.

Usai sesi penyampaian materi, siswa-siswi SMKN 1 Bayan mengikuti sesi praktik langsung. Pada sesi ini, peserta dilatih menggunakan aplikasi Canva untuk membuat desain poster produk dengan memperhatikan pesan branding, visual, dan kesesuaian dengan target audiens. Selain itu, peserta juga mempraktikkan pembuatan video iklan sederhana menggunakan aplikasi CapCut sebagai media promosi yang relevan dan mudah diterapkan di berbagai platform media sosial.

Dalam pelaksanaannya, para siswa dibagi ke dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok memilih produk lokal yang telah disediakan sebagai bahan praktik. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar aspek teknis desain grafis dan pembuatan video, tetapi juga memahami cara menyusun pesan promosi yang efektif dan menarik bagi audiens.

Kegiatan workshop ini mendapat respons positif dari para peserta. Antusiasme siswa terlihat dari ide-ide kreatif yang dituangkan dalam desain poster dan video iklan yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung. Workshop ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pelajar sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal melalui pendekatan branding dan digital marketing. Dengan keterampilan yang diperoleh, siswa-siswi SMKN 1 Bayan diharapkan dapat mengembangkan produk lokal secara kreatif, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca Juga